Rio de Janeiro - Ballon d'Or pada
dasarnya adalah penghargaan kepada pesepakbola yang benar-benar
memiliki talenta terbaik. Akan tetapi, menurut salah satu legenda
Brasil, Ronaldo, pada kenyataannya tak semua pemain terbaik mendapatkan
penghargaan tersebut.
Paolo Maldini adalah salah satu contoh konkret yang diwartakan Ronaldo. Menurut Il Fenomeno,
Maldini sangat layak menerima penghargaan tersebut saat masih aktif
bermain lantaran terus menunjukkan konsistensi permainan yang apik.
"Saya selalu bertukar pendapat dengan sesama rekan setim saya terkait penghargaan individual tersebut (Ballon d'Or -- red).
Tak ada keraguan bahwa banyak terdapat sesuatu yang tak adil. Sebab,
dalam tahun-tahun tertentu, ada beberapa pemain yang bermain secara
konsisten dan layak mendapatkan gelar tersebut," ucap mantan pemain
terbaik dunia tiga kali itu seperti dilansir ESPN Star.
"Sebagai
contoh, saya selalu menemukan kesulitan yang sangat besar ketika
melawan Paolo Maldini. Dia adalah pemain bertahan terbaik yang pernah
saya temui sepanjang karier saya. Dia sangat pantas menerima penghargaan
tersebut selama beberapa tahun, tetapi terkadang kriteria (pemenang
gelar Ballon d'Or) tak bekerja dengan sempurna."
Ronaldo melanjutkan, selain kriteria peraih gelar Ballon d'Or yang
berada dalam wilayah "abu-abu", faktor kegagalan Maldini disebabkan
karena ia adalah seorang bek. Sementara orang-orang cenderung hanya
melihat pemain yang mampu mempertontokan skill apik dan gol-gol berkualitas.
"(Kegagalan Maldini) itu disebabkan karena ia adalah seorang pemain bertahan dan publik lebih suka menonton gol-gol dan skill
menawan, sementara tugas bek adalah menghentikan hal tersebut. Tetapi
Maldini terlalu berbakat untuk menjadi pemain belakang," tutup Ronaldo.
Pertemuan
Ronaldo dengan Maldini sebagai "musuh" terjadi selama periode
1997–2002, kala Ronaldo baru tiba dari Barcelona menuju Inter Milan.
Sementara pada musim 2007–2008, keduanya pernah berada dalam satu tim
saat Ronaldo bermain untuk AC Milan. Sumber : sport.detik.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar